Senin, 11 Agustus 2014

Eco-Restaurant dengan vermiculture

Restoran unik bernama Red Feather Lounge and Bittercreek Ale House.kota Boise, Idaho, Amerika Serikat, Jika masuk ke dalamnya, pengunjung akan segera disambut suasana tradisional dan tua yang terkesan hirup-pikuk. Ada sejumlah sepeda yang bergantung di atas. Juga sederetan lampu dengan kap merah. Namun tak banyak, atau bahkan tak ada, pengunjung yang tertarik apa yang ada di bawah restauran itu.
Nah, baru-baru ini sang pemilik, Dave Krick, buka rahasia. Di bawah restorannya ternyata ia memelihara ribuan cacing. Menjijikkan? Mungkin. Tapi cacing yang ia pelihara bukanlah salah satu bahan menu di sana. Mereka adalah "pekerja tambahan" yang membuat restoran ini bisa mendukung program "eco-restaurant"-nya, alias restoran yang peduli pada penyelamatan lingkungan.
Setiap hari, kata Dave, restorannya dikunjungi ratusan orang. Rata-rata ia melayani 200.000-an porsi sehari. Memang makanan yang disajikannya habis disantap para tamunya. Tetapi itu tak menghindarkan banyaknya sampah makanan yang harus dibuang. Rata-rata setiap harinya ada sekitar 100 kg sampah makanan.
Pusing dengan kegiatan rutin membuang sampah makanan, Dave kemudian menemukan solusinya, yaitu mendaur ulang sampah makanan dengan "mempekerjakan" cacing-cacing itu. Jadi, setiap selesai tutup restoran, ia memasukkan sampah makanan ke dalam wadah raksasa yang ia tanam di bawah basement restorannya. Setelah ditaburkan tanah, cacing dimasukkan ke sana.
Cacing mengolah sampah makanan itu menjadi pupuk organik. Lalu, Dave menjual pupuk tersebut pada petani yang memasok bahan-bahan makanan untuk restorannya. Dengan cacing-cacing itu maka lengkaplah siklus jaringan "eco-restaurant" atau "green restaurant" yang dibangunnya.
Green Restaurant Sejak Lama
Menurut, Dave, proses pengolahan sampah organik dengan menggunakan cacing itu (dikenal dengan nama vermiculture), memang bukan mencari uang tambahan. Karena dibanding dengan alat yang digunakannya harga pupuk organik tak seberapa. Untuk membangun instalasi vermiculture itu saja ia harus mengeluarkan investasi sekitar 12.000 dolar AS (sekitar Rp 110 jutaan). Dan di Amerika Serikat, hanya ada dua restoran yang memanfaatkan vermiculture ini.
Namun demi masa depan dunia Dave rela mengeluarkan investasi tambahan. Ia memang amat peduli pada lingkungan dan konsep "green company".
Kini, restoran "Red Feather Lounge and Bittercreek Ale House" merupakan salah satu restoran terkenal yang menjalankan konsep "eco-restaurant".
Anda terinspirasi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar